Pentingnya Pertumbuhan Ekonomi

Posted on

Pertumbuhan ekonomi-diperlukan agar kehidupan manusia menjadi lebih baik. Kemajuan di bidang kesehatan dan gizi meningkat sehingga menyebabkan usia harapan hidup manusia semakin panjang dan mampu melakukan investasi yang terkait dengan perbaikan lingkungan. Seluruh dunia semakin tua dan dampak dari ini lebih terlihat pada Negara berkembang dibandingkan dengan Negara kaya.

Saat ini, hamprr 60% dari penduduk tua (65 tahun ke atas) berada di Negara berkembang dan pangsa tersebut diproyeksikan akan meningkat menjadi 80% pada tahun 2050 (IMF, 2004 dan PBB, 2004). Bagaimana dengan Indonesia? Pada 2010, indeks pembangunan manusia Indonesia menduduki urutan ke enam di ASEAN; hanya unggul dari Vietnam, Laos, Kamboja, dan Myanmar (Kompas, 19 Oktober 2011).

Kita lebih memahami bahwa untuk lebih baik, selalu ada hal yang dipertukarkan seperti semakin tinggi produksi, maka tingkat polusi menjadi semakin tinggi. Pada awal tahun 1970, ada suatu kekhawatiran dari kelompok club of Rome bahwa ketika populasi dunia bertambah dan pertumbuhan ekonomi berlanjut, maka masyarakat akan menghabiskan sumber daya-sumber daya yang terbatas dan pada saat yang sama, merusak lingkungan.

Mereka khawatir pada akhirnya dunia akan kehabisan energy dan beberapa komoditas sehingga pertumbuhan tidak dapat berlanjut dengan kecepatan seperti itu. Beruntung, berbagai inovasi teknologi berkelanjutan yang didukung oleh insentif pasar berhasil meruntuhkan prediksi Thomas Malthus sehingga faktanya sejak tahun 1975, produksi ekonomi dunia secara keseluruhan telah meningkat tujuh kali lipat.

Produksi per kapital  dunia saat ini lima kali lebih tinggi dibandingkan tiga puluh tahun lalu. Dengan demikian, apakah ramalan Melthus harus dikubur? Secara perlahan, dunia pasti akan mengalami kelangkaan akut. Sementara tanah dan air kian tergerus, temperature bumi kian meningkat, cuaca semakin tidak menentu, dan populasi dan konsumsi penduduk dunia terus bertambah.

READ  Cara Mendirikan Cv: prosedur, Syarat dan Biaya Mendirikan CV

Terdapat perbesaan pemahaman antara “ketimpangan pendapatan antar penduduk abtarnegara”. Comtohmya adalah Tiongkok dan India yang menyumbang 40% pendapatan penduduk dunia; ketimpangan pendapatan antarpenduduk semakin lama semakin kecil karena pertumbuhan pendapatan yang sangat cepat di bagian terdapat dari ke dua Negara tersebut (Bhalla, 2002).

Globalisasi membuat Tiongkok dan India membuka diri kepada dunia dengan melakukan perdagangan internasional secara luas dan menerima lebih banyak investasi dari Negara-negara kaya. Akibatnya, entrepreneurship semakin berkembang dan hal tersebut memperlancar pertumbuhan ekonomi (Baumol, Litan, dan Schramm, 2010).

Pertumbuhan ekonomi dan pengurangan kemiskinan berjalan beriringan (Dollar dan Kraay, 2002). Dari tahun 1978 hingga 2000, ketika populasi dunia meningkat sebanyak 1,6 miliar jiwa, jumlah individu berpendapatan  di bawah US$ 1 per hari (batas bawah garis kemiskinan) berkurang sebanyak 300 juta jiwa (Barro dan Salai-Maritim, 2004). Setelah pertumbuhan ekonomi Indonesia sempat menyentuh minus 13,13%, perekonomian indonesia terus mencatat pertumbuhan positif dengan rata-rata 5% sejak trahun 2000.

Kondisi ini memunculkan sekitas 9 juta warga kelas menengah baru setiap tahun. Bank Dunia menyebutkan 56,5% dari 237 juta populasi Indonesia termasuk ke dalam kategori kelas menengah (kategori kelas menengah versi Bank Dunia adalah mereka yang membelanjakan uangnya US$ 2 sampai US$ 20 aetiap hari). Hal tersebut berarti bahwa saat ini terdapat sekitar 134 juta warga kelas menengah di Indonesia (Kompas, 19 Desember 2011).

Pertumbuhan ekonomi baik semua negara. Namun ada beberapa kekhawatiran dari negara maju terhadap pertumbuhan ekonomi negara kurabg maju seperti Tiongkok dan India. Salah satu kekhawatiran mereka adalah rendahnya biaya tenaga kerja di negara yang lebih miskin membuat negara tersebut dapat menjual prosuk dengan harga yang lebih murah dibandingkan dengan negara kaya.

Langkah yang mereka sarankan adalah agar “negara kaya tidak terlalu banyak membeli barang dari negara yang lebih miskin”. Kalimat tersebut mempunyai makna ganda: bagi negara kaya, saran ini terdengar seperti sebuah “keadilan”, tetapi bagi negara berkembang, saran ini sama saja dengan mengatakan bahwa negara yang lebih miskin dilarang untuk tumbuh secepat yang mereka mampu.

READ  Pasar Bebas

Apakan benar bahwa tambahan dana dari negara berkembang harus diperoleh dari kantong negara maju (Thuroe, 1980)? Jawabannya: tidak. Bantuan yang diberikan negara maju kepada negara berkembang membuat negara berkembang mampu membeli barang-barang yang diproduksi oleh negara maju lebih cepat.

Sebagai contoh, saat Amerika Serikat meluncurkan Marsball Plan untuk membangun ekonomi Eropa dan Jepang setelah Perang Dunia II. Seiring dengan kenaikan pendapatan per kapita negara-negara ini, maka lebihg banyak orang yang dapat membeli barang yang diproduksi oleh Amerika Serikat.

Bahwa Amerika Serikat mengalami deficit perdagangan pada era setelah perang bukanlah sesuatu yang bertentangan dengan argument ini. Hal ini menunjukan seiring dengan meningkatnya pendapatan penduduk Amerika Serikat, keinginan mereka untuk membeli produk asing tumbuh lebih cepat daripada ekspor Amerika Serikat. Artinya, terdapat eksternalitas positif yang berhubungan dengan entrepreneurship lintas negara.

Umtuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi secara pesat, tidak cukup hanya dengan memproduksi saja. Mereka perlu melakuakan riset dan pengembangan (merupakan nilai tertinggi dari suatu proses yang disebut rantai nilai tambah).

Tingkat Pertumbuhan dan Ketimpangan

Sebaiknya, pemerataan dan pertimpangan tidak mendapat penekanan yang berlebihan. Tingkat pemerataan yang sangat ekstrem tidak akan memberikan insentif untuk tumbuh. Sebaliknya, msyarakat yang pendapatannya sangat timpang akan rentan terhadap ketidakstabilan politk dan berbagai aksi kekerasan yang berdampak negatif terhadap pertumbuhan ekonomi (Baumol, Litan, dan Schramm, 2010).

Pertumbuhan ekonomi yang lambat terutama ketika disertai dengan ketimpangan yang semakin melebar dapat menciptakan lingkungan yang penuh dengan rasa saling tidak percaya dan, sering kali, kebencian (Friedman, 2005). Tidak ada yang tahu dimana letak titk tengah yang terbaik.

Kuncinya adalah bukan bagaimana pendapatan saat ini didistribusikan, tetapi lebih kepada kemudahan atau kesulitan yang dihadapi oleh para individu untuk naik ke jenjang ekonomi yang lebih tinggi sehingga mereka dapat memperoleh pendapatan yang lebih tinggi.

READ  Pengertian Ekonomi Syariah

Artinya, kesempatan adalah hal terpenting, baik untuk pertumbuhan maupun stabilitas social dan politik. Salah satu negara yang sukses membuat kelas menengah secara organic atau mandiri adalah Tiongkok. Mereka mengalihkan pekerja sector pertanian ke sector manufaktur yang memberikan jaminan upah lebih baik dengan mempermudah investasi sehingga pabrik berdiri (Kompas, 20 Desember 2011).

Sebuah hasil penelitian terhadap tiga kelompok remaja kanada berusia 20 tahunan dapat menjelaskan bahwa yang terpenting adalah menciptakan kesempatan, bukan menciptakan pemerataan pendapatan. Para remaja ini diberi pekerjaan memintal sabuk dari bahan wol. Mereka diberi keleluasaan untuk bekerja dengan upah US$ 2,50 per sabuk.

Setelah 98 hari bekerja, ternyata muncul perbedaan pendaatan; sebanyak 37,2% dari seluruh upah yang mereka dapatkan diterima oleh 20% orang yang bekerja keras. Sementara itu, 20% yang sedikit bekerja hanya mengumpulkan 6,6% dari total pendapatan (Cox dab Aim, 1995). Akhirnya, pendapatan di atas rata-rata tidak ditunjukan bagi individu yang tidak mengerahkan seluruh usahanya, tetapi pada individu yang mau berusaha lebih sebagaimana tampak pada Tabel 1.2 dan Tabel 1.3.

Baca Juga :