Pengertian dan Unsur-Unsur Penelitian

Posted on

Sumberbelajar.co.id Kali ini akan membahas pengertian penelitian dan unsur-penelitian

Pengertian Penelitian dan unsur-unsur Sesorang yang telah memahami betul apa itu penelitian, tidak akan merasa kesulitan untuk memulainya. Ia hanya membutuhkan waktu untuk menyelesaikan apa yang harus dikerjakannya. Oleh sebab itu, sebelum melakukan penelitian seseorang mestilah lebih dahulu dapat memahami apa itu penelitian.

Pengertian Penelitian

Pengertian Penelitian-merupakan rangkakian kegiatan ilmiah untuk menghasilkan suatu temuan tertentu. hasil temukan tersebut ia dapatkan dari proses pengamatan, pembacaan, observasi, dan lain sebagainya sebagai upaya pemecahab suatu masalah. Pemecahan masalah berupa penjelasan dan jawaban atas permasalah yang diajukan. Hal ini dapat bersifat abstrak maupun umum seperti hanya penelitian dasar (basic research).

Dalam bahasa inggris kita mengenal research, dab kemudian diterjemahkan ke bahasa Indonesia menjadi riset. Kata depan “re” menunjukan bahwa ada pengulangan (kembali). Artinya, sebuah penelitian tidak selalu sesuatu yang benar-benar baru, melainkan bisa juga pengembangan. Poin utamanya adalah pada orisinalitas sebuah penelitian.

Pengertian Penelitian dapat diartikan bahwa penelitian merupakan studi ilmiah melalui penyelidikan yang saksama terhadap suatu masalah, sehingga ditemukan pemecahan yang tepat terhadap masalah tersebut. Oleh sebab itu, proses penelitian cenderung membutuhkan waktu yang relatif lama.

Hasil penelitian tidak serta-merta selalu menyajikan penyelesaian masalah langsung dapat diterapkan. Artinya, penelitian yang dilakukan tidak menyeluruh karena berbagai keterbatasan. Oleh sebab itu, tak jarang kita menemukan suatu penelitian dapat diterapkan jika dikomparasikan dengan penelitian-penelitian lain.

Di berbagai penelitian pun banyak yang memberikan saran. Hal ini menyiratkan bahwa penelitian mengharapkan ada penelitian yang lain yang tersedia menyempurnakan atau ada alternatif lain utnuk melanjutkan penelitian tersebut. Seorang penelitian akan sadar bahwa apa yang dilakukannya masih perlu pengembangan-pengembangan sehingga dapat sempurna.

Kita sering melihat bahwa ada suatu penemuan yang di kemudian hari disempurnakan oleh seorang muridnya. Hal ini karena adanya pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi sehingga penemuan-penemuan terdahulu dapat disempurnakan di masa mendatang. Tak jarang pula peneliti kedua lebih dikenal daripada peneliti pertama.

Keberhasilan penelitian ini dibuktikan dengan nalar. Meski demikian, setiap orang memiliki standar nalar yang berbeda sesuai dengan hasil pembacaan masing-masing, sehingga sulit untuk dipastikan. Penelitian ini sangat terikat dengan personal ataupun lembaga tertentu.

Berbeda dengan penelitian sebaliknya, yaitu kuantitatif, yang membutuhkan tindakan lapangan. Keberhasilan penelitian ini pada praktik, apakah bisa dan berhasil dipraktikkan atau tidak.

READ  Pengertian Paradigma

Unsur-Unsur Penelitian

Unsur-unsur penelitian merujuk pada nilai arti, makna, dan fungsi penelitian. Pertanyaannya adalah untuk apa melakukan penelitian? Jawabanya bukan saja soal tujuan, melainkan harus mengandung nilai, arti, makna, dan fungsi.            

Oleh sebab itu, Sembilan unsur penelitian yang harus dipatuhi. Yaitu unsur kegelisahan, unsur tujuan, unsur keseriusan, unsur ujian, unsur direplikasi, unsur presisi dan keyakinan, unsur objektivitas, unsur keberlakuan, dan unsur efisien.

1. Unsur Kegelisahan

Apa yang diteliti sebaiknya apa yang kita gelisahkan. Hal ini akan memberikan dua keuntungan bagi kita. Pertama, sebagai peneliti kita akan merasa dekat dengan objek penelitian sehingga memudahkan dalam proses penelitian. Objek yang kita teliti setidaknya mudah kita temui atau bahkan menjadi pekerjaan sehari-hari.

Meneliti hal-hal yang lebih dekat dengan diri kita akan lebih terasa manfaat dan kontribusinya daripada meneliti hal-hal besar tetapi tidak memiliki kontribusi sama sekali. Belum lagi mempertimbangkan keberhasilan dari sisi keberhasilannya.

Keuntungan kedua adalah kegelisahan akan membuat kita lebih mudah dalam menganalisis objek. Selain itu, pencarian data dan observasi akan lebih mudah karena kita benar-benar memahami objek. Dengan demikian, kita akan memperoleh hasil pembahasan yang mendalam daripada melebar.

2. Unsur Tujuan

Kita tentu sepakat bahwa penelitian harus memiliki tujuan dan merupakan usaha untuk memecahkan suatu masalah. Poin pentingnya adalah kontribusi sebuah penelitian terhadap suatu masalah, meski penelitian tersebut tidak sepenuhnya tidak digunakan untuk menyelesaikan masalah tersebut. Kontribusi ini sangat penting karena karena menjadi titk tempu sebuah penelitian dijalankan. Jika tidak memiliki kontribusi apa pun, kenapa sebuah penelitian harus dilakukan?

Sebuah penelitian harus mengandung penjelasan terhadap suatu permasalahan atau fenomena yang sudah dikajikan. Sebab, penelitian tersebut akan dijadikan landasan suatu tindakan untuk menyelesaikan suatu permasalahan. Oleh sebab itu, penelitian tidak sekedar mencari hubungan atau menghubung-hubungkan satu variabel dengan variabel lainnya. Tidak juga hanya dengan memperlihatkan perbedaan-perbedaan dari samperl yang diteliti, melainkan menunjukan lebih dalam lagi. Misalnya tentang fungsi, peran, dampak, nilai, dan lain sebagainya.

3 .Unsur Keseriusan

Jika hanya bermain-main dalam penelitian, sebaiknya nda menghentikannya. Kelak, jika anda membacanya tentu akan menyesatkan orang lain. Keseriusan dituntut harus ada dalam pengerjaan sebuah penelitian.

Dalam keseriusan terdapat ketelitian, kepastian, dan kehati-hatian. Oleh sebab itu, kebutuhan teori yang tepat, metode yang sesuai, rancangan penelitian yang jitu, daftar pertanyaan yang detail, dan waktu yang cukup. Beberapa hal ini akan membantu penelitian untuk lebih serius dan fokus.

Teori akan membantu penelitian dalam menemukan batasan-batasan pembahasan, metode membantu peneliti dalam mengurai permasalahan, rancangan membantu peneliti dalam membuat alur penelitian, daftar pertanyaan lebih mempermudah peneliti, dan waktu yang cukup tidak akan membuat peneliti tergesa-gesa dalam menyelesaikan penelitiannya.

READ  Pengertian demokrasi, karakteristik, jenis demokrasi

4. Unsur Ujian

Unsur unian tidak selalu melalui dewan penguji. Jika demikian, apakan sebuah penelitian yang dilakukan oleh selain mahasiswa akan diuji oleh dewan penguji?

Maksud dari unsur ujian ini adalah, suatu penelitian diharapkan menampilkan hipotesis yang dapat diuji dengan metode statistik tertentu. unsur ini dapat dijadikan penentu apakah sebuah penelitian ditolak atau diterima.

Pengujian suatu penelitian dapat didasarkan pada pengalaman-pengalaman yang dilakukan objek-objek lain atau lembaga lainnya. Selain itu, juga dapat dilihat dari penelitian-penelitian sebelumnya yang pernah dilakukan.

5. Unsur Replikasi

Replikasi merupakan bagian yang berulang-ulang. Artinya, sebuah penelitian dilakukan sekali. Untuk menemukan validasinya, diperlukan pengulangan penelitian sehingga teori dan metode yang digunakan benar-benar tepat. Jika perlu tidah hanya dua kali pengulangan dan menemukan hasil yang sama, validitas penelitian tersebut semakin meyakinkan.

Pengulangan tersebut merupakan kerja ilmiah yang dibuktikan dengan berbagai variabel penelitian. Dengan semakin banyak melakukan pembuktian, semakin ilmiah penelitian tersebut.

6. Unsur Presisi dan Keyakinan

Hasil penelitian dalam disiplin ekonomi, manajemen, dan humaniora, cenderung sulit menemukan kesimpulan yang pasti dari data yangkita kumpulkan. Hal ini dapat dipahami karena hal-hal yang ada dimasyarakat tidak mungkin dipelajari secara keseluruhan (populasi). Yang kita dapatkan biasanya berupa sampel atau sebagian dari keseluruhan yang sedang diteliti, namun dapat menunjukan sifat yang pasti dari suatu masyarakat tersebut.

Oleh sebab itu, kita harus mencari sampel yang tepat yang bisa merepresentasikan suatu kelompok masyarakat dan merancang penelitiannya sehingga penemuan-penemuan kita mendapatkan presisi yang tinggi (mendekati kebenaran) dan kita memiliki keyakinan (confidence) terhadap hasil temuan tersaebut.

 Hasil yang presisi akan menunjukan seberapa dekat penelitian kita dengan realita berdasrkan sampel yang kita ambil. Dengan demikian akan dapat diukur sejauh mana tingkat kepastian dalam sebuah penelitian. Sementara dari sisi confidence kita akan melihat kemungkinan dari kebenaran estimasi yang diteliti.

Semakin tepat dan meyakinkan, sebuah penelitian akan semakin ilmiah. Begitu pula dengan kemanfaatannya. Karena tepat dan meyakinkan, penelitian akan menjadi referensi bagi sebuah tindakan dan penelitian berikutnya.

7. Unsur Objektivitas

Apa yang kita dapatkan dari hasil objektivitas dan data yang aktual merupakan bagian dalam pengambilan simpulan sebuah penelitian. Maksudnya, simpulan tersebut harus objektif berdasarkan fakta yang kita dapatkan.

Seorang peneliti sebaiknya menghindari emosi personal dan penilaian subjektif atas sebuah objek. Hal ini memang cenderung sulit mengingat sesorang peneliti harus terlibat dengan objeknya. Untuk menyiasati hal ini, penelitian perlu kembali pada teori penelitian sehingga hasil penelitian tidak hanya berdasarkan pada sikap subjektif peneliti.

READ  Metamorfosis Sempurna dan Tidak Sempurna

Sebuah teori tidak hanya sebagai penuntun, melainkan juga sebagai penengah jika antara peneliti dan objek terjadi negosiasi yang alot. Misalnya penelitian memiliki kepentingan tersendiri dalam penelitian tersebut, sementara objek juga merupakan kepentingan yang lain. Maka sebuah teori akan menjadi penengah bagi keduanya.

8. Unsur Keberlakuan

keberlakuan yang dimaksud adalah sebuah penelitian dapat  diterapkan di tempat yang berbeda atau oleh orang lain. Sebuah penelitian biasnya digunakan oleh lembaga atau kelompok tertentu karena barkaitan dengan kepentingan tertentu. Agaknya cukup sulit mencari penelitian yang bisa diterapkan di mana saja. Hal ini disebabkan karena perbedaan goegrafis dan kondisi sosial, ekonomi, dan politik di suatu tempat.

Penelitian di laur negeri akan sulit diterapkan di dalam negeri karena berbagai kondisinya sangat berbeda. Jika pun bisa, akan membutuhkan waktu yang cukup lama. Dalam rentang waktu tersebut, juga menbutuhkan penelitian yang baru untuk menemukan formula dalam rangka menerapkan penelitian tersebut.

Agar memenuhi keberlakuan tersebut, dibutuhkan ketelitian dan kecermatan dalam pengambilan sampel dan pemilihan metode yang tepat. Ketelitian dan kecermatan di awal penelitian juga akan menemukan kebermanfaatan hasil di akhir penelitian. Semakin luas cakupan keberlakuan sebuah penelitian akan semakin banyak dibutuhkan masyarakat.

Keberlakuan ini juga berlaku pada masa penelitian. Sebuah penelitian di masa tentu saja tidak bisa diterapkan secara serta-merta. Harus ada adaptasi atau pengembangan di berbagai sisi agar penelitian di masa lalu dapat diterapkan di masa kini. Objek yang diteliti ketka itu, tentu telah mengalami perkembangan.

9. Unsur Efisien

Jika anda melakukan penelitian dengan pembahasan dan istilah yang terlalu tinggi serta cenderung sulit dipahami, justru akan membuat penelitian tersebut jauh dari masyarakat. Artinya, kegunaan dan kemanfaatan hanya pada kelompok anda sendiri. Hal ini sering terjadi pada penelitian yang cenderung akademik. Bahasa yang digunakan tidak membumi sehingga sulit dipahami. Kita tidak perlu menganggap bahwa karena ini penelitian maka digunakan bahasa yang melangit agar terlihat gengsinya.

Penelitian yang semacam ini justru cenderung dihindari oleh pembacanya. Pada pembaca atau masyarakat lebih memilih penelitian dengan gaya penulisan laporan yang renyah dan enak dibaca. Lebih baik digunakan bahasa ilmiah popular daripada ilmiah akademik.

Selain itu, bagaimana cara kita menjelaskan dan menyederhanakan persoalan-persoalan yang kita teliti. Semakin kita bisa menyederhanakan persoalan atau objek kajian, maka kita pun semakin paham dengan penelitian kita. Sebaliknya, jika kita kesulitan dan menjelaskannya, kita masih bisa diragukan apakah kita benar-benar paham dengan apa yang kita lakukan.

Demikianlah artikel kali ini tentang pengertian penelitian dan unsur-unsur penelitian semoga artikel ini bermamfaat dan menambah wawasan tentang penelitan