Metode Ilmiah:Unsur-unsur, kriteria dan langkah-langkah

Posted on

Metode ilmiah-Mari kita menjawab sebuah permasalahan yang kita temukan dalam ilmu sains, kita memerlukan sebuah langkah-langkah dalam belajar metode ilmiah. Sebab itulah sangat penting bagi kita memahami dan mengetahui konsep metode ini.

Jadi dalam belajar tentang metode ilmiah kita harus memahami konsep-konsepnya terlebih dahulu yang meliputi pengertian dan langkah-langkah nya.

Saat kita mempelajari ilmu kimia, kita bukan hanya bertujuan untuk menemukan zat-zat kimia baru yang bisa langsung dimanfaatkan.

Akan tetapi kita juga bisa menemukan keingintahuan yang dapat memuaskan dalam memahami pristiwa alam dan fenomena apa yang akan terjadi. Supaya kita lebih jauh paham mengenai apa itu metode ilmiah.

Pengertian

Metode ilmiah bisa diartikan sebuah proses keilmuan untuk mendapatkan sebuah ilmu pengetahuan secara sistematis lewat bukti fisis. Didalam ilmu pengetahuan fisika, metode ilmiah ini memastikan bagaimana memperoleh sebuah kesimpulan yang yang tersusun secara sistematis dan didukung dengan bukti-butki fisis.

Jika metode ini tidak dilakukan, eksperimen yang dilakukan sudah pasti akan diragukan dan tidak akan bisa ditetapkan oleh hukum atau rumus yang jelas tentang terjadinya sebuah pristiwa fisis.

Unsur-Unsur

Didalam metode ilmiah ini terdapat 4 unsur utama yang mendukungnya. Berikut penjelasan tentang unsur metode ilmiah yang terbagi menjadi:

1 .Karakterisasi

Karakterisasi adalah unsur pertama dalam metode ilmiah, karakterisasi yaitu sebuah proses mengidentifikasi sifat-sifat yang berkaitan dengan subjek utama yang sedang diteliti.

Ada beberapa proses karakterisasi dalam metode ilmiah yaitu terdiri atas proses pengukuran dan proses pengamatan objek-objek yang berkaitan dengan objek penelitian.

Hasil dari pemgukuran dan pengamatan dan akan disajikan dalam bentuk grafik, grafik, atau diagram yang dibuat dengan menggunakan metode perhitungan statistik.

2 .Hipotesis

Hipotesis adalah unsur metode ilmiah berikutnya, Hipotesis yaitu kegiatan dugaan sementara dari apa yang telah didapat dari pengukuran dan pengamatan yang sebelumnya dilakukan.

READ  Pengertian Kapitalisme, Bentuk Perekonomian Kapitalisme dan Contoh

Dalam pembuatan hipotesis yang dilakukan biasa dengan cara mencocokan data-data yang sudah didapat dari kegiatan pengukuran dan pengamatan dengan data-data sekunder yang sebelumnya sudah ada.

3 .Prediksi

Prediksi Unsur metode ilmiah yang ketiga, Prediksi atau Deduksi ini di dapat dari Hipotesis. Apabila hipotesis yang dibuat sebelumnya berguna maka peneli akan membuat prediksi dari kejadian yang akan diamati berikutnya.

Biasanya Prediksi ini dibuat oleh sang peneliti untuk memperediksi hasil akhir dari eksperimen yang dilakukan. Biasanya hasil prediksi akan dibuat bersifat statistik dan belum diketahui benar atau tidaknya tingkat kebenarannya.

4 .Eksperimen

Eksperimen ini adalah unsur yang terakhir. Setelah prediksi atau deduksi dilakukan dari hasil hipotesis dilakukanlah eksperimen. Eksperimen atau percobaan dilakukan untuk menguji apa yang sebelumnya telah diprediksi.

Dan apabila prediksi yang diuji sesuai dengan hasil percobaan maka kemungkinan hipotesanya benar, jika tidak maka hipotesis akan ditinggalkan dan diganti dengan yang baru.

Kriteria

Ada beberapa kriteria yang digunakan dalam penelitian agar bisa disebut sebagai metode ilmiah, Berikut adalah kriteria yang harus ada didalamnya.

1 .Harus Berdasarkan Fakta

Penjelasan dan keterangan dalam penelitian yang akan digunakan harus terlebih dahulu dikumpulkan dan dianalisis dan data tersebut harus berdasarkan fakta yang nyata. Jadi dalam menganalisis data tersebut tidak boleh berdasarkan khayalan atau kira-kira.

2 .Bebas dari Prasangka

Sebuah metode ilmiah mempunyai sifat yang bebas dari prasangka, harus bersih dan jauh dari pertimbangan yang subjektif dan harus berdasarkan fakta dan diikuti dengan alasan dan bukti yang lengkap beserta pembuktian yang nyata.

3 .Menggunakan Prinsip Analisa

Dalam metode ilmiah Penarikan kesimpulan haruslah memakai yang namanya prinsip analisa. Berarti dalam menganalisa diperlukan sebuah kejelasan dan urutan berpikir dalam penjelaskan fenomena fisika yang ada.

jadi Komponen hubungan dan permasalahan keduanya harus diketahui dengan nyata dan bisa dijelaskan secara berurut.

4 .Menggunakan hipotesis

Dalam sebuah metode ilmiah hipotesis harus ada, peneliti harus bisa menganalisa dan berpikir dalam meneliti. hipotesis merupakan cara untuk memecahkan sebuah permasalahan dan menuntun peneliti untuk mencapai tujuan, sehingga hasil yang didapatkan dan diinginkan tepat sasaran.

READ  Jaringan Tumbuhan dan Strukturnya

Hipotesis merupakan sebuah pedoman dalam menentukan seorang peneliti dalam berpikir.

5 .Menggunakan Ukuran Obyektif

Dalam sebuah metode ilmiah harus Menggunakan ukuran yang objektif, Hal ini dilakukan agar hasil eksperimen dalam penelitian bisa dipahami oleh semua orang. Contoh kilogram adalah satuan masa internasional dan meter adalah satuan panjang.

6 .Menggunakan Teknik Kuantitatif

Dalam penelitian metode ilmiah teknik kuantitatif harus menggunakan ukuran yang objektif agar mudah dipahami oleh orang-orang. Namun dalam penelitian kita juga bisa menggunakan tehnik kualitatif jika hasil yang diperoleh susah untuk dideskripsikan dengan tehnik kuantitatif yang ada.

Misalnya tanaman dalam pertumbuhannya dinyatakan kuantitatif (12 cm dalam 15 hari) dan perkembangan tumbuhan tersebut dinyatakan secara kualitatif (tumbuh bunga dalam 15 hari).

Karakteristik Metode Ilmiah

Setelah kita pahami poin-poin di atas, selanjutnya kita bahas tentang karakteristik. Karakteristik metode ilmiah terdapat setidaknya ada 5 karakteristik berdasarkan dari beberapa sumber. Berikut adalah penjelasan tentang kelima karakteristik metrode ilmiah tersebut.

1 .Bersifat Analisi dan Kritis

Metode ilmiah adalah penelitian secara rinci dalam melakukan observasi beserta eksperimen untuk dapat hasil yang tepat dan akurat serta mempunyai tingkat kebenaran yang tinggi.

2 .Bersifat Logis

Dalam penelitian Metode ilmiah ini langkah-langkah yang dikerjakan harus bisa dijelaskan secara logis dan bukan berdasar pada hayalan atau hal lain yang tidak bisa dijelaskan dengan logika dan tidak pasti.

3 .Bersifat Obyektif

Yaitu hasil yang didapat haruslah objektif. Jadi hasil yang diproleh dalam meneliti bukan merupakan hasil yang di rekayasa atau dibuat-buat.

4 .Bersifat Empiris

Yaitu Hasil yang didapat dari kejadian yang benar-benar telah terjadi dan nyata. Jadi bukan kejadian dikarang atau berdasarkan opini orang lain atau opini sendiri.

5 .Bersifat Konseptual

Yaitu fokus pada sesuatu yang berkaitan dengan sebuah konsep dari suatu kejadian. Dalam meneliti bukan cuma hanya pada fakta-fakta yang bisa dilihat atau dirasakan secara nyata, selain itu juga harus melalui penjelasan konsep bagaimana fakta itu terjadi.

Langkah-Langkah Metode Ilmiah

Brikut ini adalah langkah – langkah Saat melakukan metode ilmiah:

READ  STATISTIK DAN STATISTIKA

1 .Observasi Awal

Dalam observasi awal peneliti harus melakukan pengamatan atau melihat objek yang akan diteliti terlebih dahulu. Dalam langkah ini yang harus dilakukan adalah analisis karakteristik terhadap sifat-sifat objek tersebut.

2 .Identifikasi Masalah

Langkah brikutnya adalah mengidentifikasi masalah. Dalam hal ini peneliti akan mencari masalah yang akan diambil atau diangkat sebagai bahan untuk penelitian.

3 .Perumusan Hipotesis

Selanjutnya adalah membuat perumusan hipotsis yang akan menjelaskan tentang permasalahan yang akan diambil. Hipotesis ini sifatnya hanya sementara dikarenakan belum adanya hasil nyata dari eksperimen, jadi hipotesis ini tidak bisa dijadikan kesimpulan dari penelitian.

4 .Eksperimen

Percobaan atau eksperimen dilakukan untuk menganalisa dan mengidentifikasi permasalahan. Percobaan yang biasa dilakukan adalah merekayasa dalam menciptaan ulang permasalahan.

Dalam Percobaan, variabel yang berpengaruh akan dikendalikan sebaik mungkin. Sehingga peneliti bisa mengetahui faktor apa saja yang berpengaruh dalam melakukan percobaan.

5 .Analisis Hasil

Peneliti menganalisis dari hasil eksperimen yang diperoleh . Kemudian analisis dikembangkan dari rumusan hipotesis yanga telah dibuat diatas. Dan apabila ada hubungan dari hasil hipotesis dengan eksperimen maka hasil analisis dapat dijadikan sebagai dasar dalam penarikan kesimpulan.

Apabila tidak sesuai maka pengulangan akan dilakukan , pengulangan ini dilakukan dari tahap eksperimen atau pada tahap perumusan hipotesis.

6 .Penarikan Kesimpulan

Langkah berikutnya adalah penarikan kesimpulan. Setelah semua hasil dianalisis dan dihubungkan dengan hipotesis, maka peneliti akan dapat menarik kesimpulan secara singkat dari hubungan-hubungan tersebut.

Kesimpulan dibuat dengan jelas, beserta dalam mengambil kesimpulan tidak keluar dari eksperimen-eksperimen yang telah dilakuan.

Akhir nya sampai di ujung artikel, jadi itulah informasi yang bisa sumberbelajar.co.id sampaikan tentang metode ilmiah beserta pengertian, unsur-unsur, karakteristik, kriteria dan langkah-langkah

Semoga artikel kali ini bermanfaat bagi kita semua dan bisa menambah wawasan kalian mengenai. Jika ada kesalahan penulis mohon maaf sampai bertemu lagi di artikel brikutnya, terima kasih..

Baca Juga :